Bersyukurlah saya untuk setiap nikmat pelajaran kehidupan yang senantiasa membuat hidup menjadi lebih baik. Catatan kali ini adalah tentang teman seperjuangan kami di ELD BEM FEUI 2012. Tentang teman kami yang hari ini umurnya menginjak 18 tahun. Yang banyak menginspirasi kami dan mengajarkan banyak hal.
Sudah sejak kemarin-kemarin kami mempersiapkan surprise ulang tahun untuk teman kami tersebut. Banyak rencana, banyak kejutan, banyak hadiah yang kita persiapkan. Senang rasanya melakukan hal tersebut, menyambut hari terbaiknya. Ya karena memang itulah tugas keluarga bukan.
Akhirnya sampai pada ide bahwa kita akan membuat dia kecewa dengan saya tidak mengizinkan dia mengikuti kegiatan lain saat jadwal rapat rutin kami. Selepas salat magrib kemarin, saya mendapatkan bbm darinya bahwa dia meminta izin untuk tidak mengikuti rapat rutin ELD di minggu depan. Karena skenarionya adalah membuat dia kecewa, saya bersikap seperti acuh tak acuh, jutek, dan kecewa karena permohonan izin tersebut.
Singkat cerita duduklah saya di depan Ruang BEM FEUI. Sudah takdir mungkin saya harus bertemu dengannya saat itu, dia datang menuruni anak tangga Student Center dan melihat saya sedang duduk. Dia pun menghampiri saya untuk duduk dan mengobrol tentang permohonan izin tersebut.
Dia menceritakan alasan mengapa akhirnya meminta izin untuk tidak mengikuti rapat rutin ELD. Saya berusaha bersikap jutek dengan tidak mengizinkan dia absen rapat namun tidak melarang juga jika dia memang mau mengikuti kegiatan lain. Saya menyerahkan keputusan sepenuhnya padanya. Terserah dia.
Tak lama, air mata mulai terlihat di matanya. Saya sontak terkejut melihatnya. Goal dari skenario ini adalah hanya hingga membuat dia kecewa. Tapi, dia menangis karena sikap saya tersebut. Rasanya tak tega membuat dia menangis, namun apa daya skenarionya memang demikian. Saya tetap dengan sikap saya. Dia semakin menangis dan tangisannya sulit berhenti. Mungkin dia kaget atau bahkan takut karena sikap saya yang demikian. Akhirnya saya menyuruh dia untuk pulang saja daripada dilihat orang di sekitar BEM. Dia masih tetap menangis.
Setelah kejadian tersebut sejenak saya berpikir. Mengapa dia bahkan sampai menangis hanya karena saya bersikap acuh padanya atas permohonan izin dia tidak bisa mengikuti rapat rutin. Rapat rutin yang sebenarnya masih bisa diikutinya dua minggu ke depan dan minggu depannya lagi.
Mungkin saja, memang tidak ada yang bisa membantah bahwa cinta bisa tumbuh dan berkembang kapan pun dan dimana pun. Hari ini, esok, atau lusa siapa yang tahu. Bahkan, bisa jadi kita tidak tahu alasan mengapa kita mencintai sesuatu. Atau dalam bahasa kerennya, cinta tanpa syarat “the unconditional love”.
Mungkin juga itu yang menjadi alasan dia menangis. Karena cinta teramat dalam telah tumbuh di hatinya. Ya dia teramat mencintai teman-temannya di ELD, teramat mencintai BEM FEUI, yang dia bahkan tak mau sekalipun mengecewakan mereka. Membuat saya mengerti bahwa cinta yang teramat dalam membuat kita tak ingin sekalipun mengecewakan apa yang kita cintai.
Cinta yang demikian yang seharusnya kita rasakan juga pada Allah SWT. Al Mahbub, Dzat yang sangat dicintai. Hanya Allah yang berhak mendominasi hati manusia. Jangan sampai ada cinta yang menandingi cinta kita pada-Nya. Cinta yang teramat dalam pada Allah dan Rasul-Nya. Maka apabila kita benar-benar mencintai Allah, berusahalah untuk jangan pernah mengecewakan-Nya. Yang membuat kita menangis saat mengecewakan-Nya.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal” –Al Anfal: 2
Dan untuk cinta yang lainnya, berjuanglah untuk tidak pernah mengecewakannya …
Depok, 28 April 2012, 8.15
Terinspirasi dari Salsa Andiani, yang tidak pernah mau mengecewakan.
Selamat ulang tahun Salsa! Maaf untuk kejadian kemarin :p
